PENGARUH DISCHARGE PLANNING TERHADAP PENGETAHUAN KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF
Kata Kunci:
Discharge Planning, Pengetahuan Keluarga, Gagal Jantung Kongestif, Pendidikan KeperawatanAbstrak
Pengetahuan keluarga diperlukan untuk menjamin kesinambungan perawatan pasien dengan gagal jantung kongestif setelah pulang dari rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelaksanaan discharge planning terhadap pengetahuan keluarga dalam merawat pasien gagal jantung kongestif di ruang CVCU RSUD Kota Baubau. Metode penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 18 responden keluarga yang dipilih dengan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan keluarga dan panduan pelaksanaan discharge planning, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini yaitu sebelum discharge planning, mayoritas responden berpengetahuan kurang (61,1%), sesudah intervensi, mayoritas berpengetahuan baik (72,2%). Sebanyak 15 responden mengalami peningkatan pengetahuan, 3 responden tidak berubah, dan tidak ada responden yang mengalami penurunan. Uji Wilcoxon menunjukkan Z = -3,508 dan p = 0,000. Kesimpulan: Pelaksanaan discharge planning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan keluarga dalam merawat pasien gagal jantung kongestif.
Unduhan
Referensi
Agustina, A., Afiyanti, Y., & Ilmi, B. (2017). Pengalaman pasien gagal jantung kongestif dalam melaksanakan perawatan mandiri. Healthy-Mu Journal, 1(1), 6-13.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Azizah, A., Widayati, D., & Rachmania, D. (2017). Discharge planning mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan. Journals of Ners Community, 8(1), 31-39.
Blauer, C., Frei, I., Schnepp, W., & Spirig, R. (2015). Implementation of a nurse-led education programme for chronic heart failure patients during hospitalization and strategies supporting their self-management at home. International Practice Development Journal, 5(1), 1-15.
Damawiyah, S., & Ainiyah, N. (2017). Efektivitas penerapan perencanaan pulang dengan metode terstruktur terhadap kesiapan keluarga dalam memberikan mobilisasi dini pada pasien cerebrovascular attack. Journal of Health Sciences, 10(1).
Fachrunnisa, Nurchayati, S., & Arneliwati. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur pada pasien congestive heart failure. Jurnal Online Mahasiswa, 2(2).
Febtrina, R., & Nurhayati, N. (2018). Hubungan gaya hidup dengan kejadian rawat ulang pasien gagal jantung di RSUD Arifin Achmad. Jurnal Ipteks Terapan, 11(4), 331-338.
Herlinda, P. D. (2020). Pengaruh pelaksanaan discharge planning terhadap pengetahuan keluarga dalam merawat pasien congestive heart failure di RSUD Dr. Moewardi [Disertasi doktor, Universitas Kusuma Husada Surakarta].
Hidayah, N., & Amin, M. K. (2017). PKU bagi Emergency Rescue Team untuk mengatasi kondisi gawat darurat melalui basic life support. The 6th University Research Colloquium, 1-6.
Hidayah, N., Wahyuningtyas, E. S., & Shalahuddin, I. (2018). Congestive heart failure self-management education and readmission after hospitalization. Malahayati International Journal of Nursing and Health Science, 1(4), 59-62.
Notoatmodjo, S. (2018). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Nursalam. (2016). Manajemen keperawatan: Aplikasi dalam praktik keperawatan profesional. Salemba Medika.
Nursalam. (2017). Metodologi penelitian ilmu keperawatan. Salemba Medika.
Ong, M. K., Romano, P. S., Edgington, S., Aronow, H. U., Auerbach, A. D., Black, J. T., & Fonarow, G. C. (2016). Effectiveness of remote patient monitoring after discharge of hospitalized patients with heart failure. JAMA Internal Medicine, 176(3), 310-318.
Padila, Lina, L. F., Febriawati, H., Agustina, B., & Yanuarti, R. (2018). Home visit berbasis sistem informasi manajemen telenursing. Jurnal Keperawatan Silampari, 2(1), 217-235.
Proborini, C. A., Anggorowati, & Rofii, M. (2019). Penerapan discharge planning dengan pendekatan SNARS terhadap kepuasan pasien PPOK di RSUD Karanganyar. Journal of Health Studies, 3(1), 28-36.
Sugiyono. (2019). Statistik untuk penelitian. Alfabeta.
Suprapti, E. (2017). Pengaruh discharge planning terstruktur untuk meningkatkan kesiapan pasien TB paru menghadapi pemulangan. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 9(1).
Tage, P. K. S. (2018). Optimalisasi pelaksanaan discharge planning terstruktur dan terintegrasi. CHMK Nursing Scientific Journal, 2(1), 1-1.
Widayani, N. M. A. (2019). Perbedaan tingkat pengetahuan keluarga tentang manajemen perawatan diri pasien gagal jantung setelah edukasi kesehatan dengan tindak lanjut melalui telepon dan kunjungan rumah [Disertasi, Universitas Brawijaya].
Yaslina, Maidaliza, & Itra, H. (2019). Pengaruh pemberian discharge planning terhadap kemampuan keluarga dalam perawatan pascastroke di rumah. Jurnal Kesehatan Perintis, 6(1).






