Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Meningkatkan Pengetahuan Keluarga dalam Deteksi Dini dan Merawat Anak Pneumonia di Wilayah Kerja Puskesmas Lingsar
Kata Kunci:
Kader Kesehatan, Anak, PneumoniaAbstrak
Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar pada anak balita di dunia. Pencegahan pneumonia pada anak merupakan komponen esensial yang penting untuk menurunkan kematian pada anak. Perlu pemberdayaan masyarakat, khususnya kader kesehatan dalam mendeteksi dini pneumonia dan merawat anak dengan pneumonia. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada kader kesehatan tentang deteksi dini dan cara merawat anak dengan pneumonia di Desa Batu Kumbung. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan metode ceramah dan diskusi kepada kader kesehatan. Selain itu, dilakukan pelatihan keterampilan dalam deteksi dini pneumonia dengan menghitung napas cepat pada anak. Sebanyak 20 orang kader kesehatan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mendeteksi dini dan merawat anak dengan pneumonia.
Unduhan
Referensi
Adawiyah A, Martini M, Hestiningsih R, Ginandjar P. (2016). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Pada Siswa Dan Petugas Kebersihan Terhadap Kepadatan Jentik Di Sekolah Dasar Wilayah Kecamatan Tembalang. J Kesehat Masy, 4(4):319–26.
Bantie, et al. (2019). The prevalence and root causes of delay in seeking healthcare among mothers of under five children with pneumonia in hospitals of Bahir Dar city, North West Ethiopia. BMC Pediatrics, 19:482 https://doi.org/10.1186/s12887-019-1869-9
Eliyas Adeel, et al. (2018). Mothers Knowledge Related Preventive Measure Of Pneumonia In Slum Community, Karachi, Pakistan. Pakistan Journal of Public Health, 8(3): DOI:10.32413/pjph.v8i3.181
Handayani RW. (2016). Beberapa Faktor Risiko Kejadian Pnemonia Pada Balita [Internet]. universitas Diponegoro. Retrivied from: http://eprints.undip.ac.id/55989/1/artikel_Rizqa _Wahyu_Handayani.pdf (Diakses 20 Juni 2024)
Kemenkes RI. (2020). Pneumonia pada Anak Bisa dicegah dan diobati. Retrivied from http://p2p.kemkes.go.id/pneumonia-pada-anak-bisa-dicegah-dan-diobati/. (Diakses 16 Juni 2024)
Kemenkes RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2021. Retrivied from: https://www.kemkes.go.id/downloads/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil- Kesehatan-2021.pdf. (Diakses tanggal 23 Juni 2024)
King Karina, Banda Mosfard. (2020). Care-seeking patterns amongst suspected paediatric pneumonia deaths in rural Malawi. Gates Open Research, 4:178. DOI:10.12688/gatesopenres.13208.1
Marcdante, K.J., Kliegman, M.R., Jenson, H.B., & Behrman, R.E. (2014). Nelson ilmu kesehatan anak esensial. (Penterjemah: Ikatan Dokter Anak Indonesia). Singapore: Elsevier.
Nababan S, Agushybana F, Suryoputro A. (2018). Efektifitas Ceramah Booklet dan Buzz Group dalam Upaya Pencegahan Pneumonia pada Anak. J Promosi Kesehat Indones, 14(1):29.
Said M. (2015). Buku Ajar Respirologi Anak. Jakarta: IDAI.
Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Zoonosis, Dinas Kesehatan Provinsi NTB. (2022). Retrivied from https://data.ntbprov.go.id/dataset/penemuan-kasus-pneumonia-balita-menurut-jenis- kelamin-di-provinsi-ntb/resource/08c067eb-dca6. (Diakses 28 Februari 2024)
Temsesgen Derejen, Wordofa Behanu, Tesfaye, T., Etafa W. (2023). Delay in seeking healthcare for pneumonia and associated factors among mothers/caregivers of children aged 2-59 months in public health facilities in Nekemte Town, Ethiopia. BMC Pediatrics, 23(1). DOI:10.1186/s12887-022-03825-x.
Waryana. (2016). Promosi Kesehatan Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Nuha Medika.
WHO. (2022). Pneumonia in Children. Retrivied from https://www.who.int/news- room/fact- s heets/detail/pneumonia. (Diakses 20 Juni 2024).
World Health Organization/The United Nations Children’s Fund (UNICEF). (2013). Ending Preventable Child Deaths from Pneumonia and Diarrhoea by 2025. Retrivied from https://data.unicef.org/resources/ending-preventable-child-deaths-pneumonia-diarrhoea-2025/. (Diakses 26 Februari 2024)





