Pemberdayaan Kader Dalam Pendampingan Manajemen Diri Penderita Diabetes Melitus Tipe 2
Kata Kunci:
Diabetes Melitus Tipe 2, Pemberdayaan Kader, Manajemen Diri, Perawatan Kaki, Pengabdian MasyarakatAbstrak
Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit tidak menular di Indonesia. Desa Meninting, wilayah kerja Puskesmas Meninting, Kabupaten Lombok Barat, tercatat memiliki jumlah kasus DMT2 tertinggi di antara 20 puskesmas pada tahun 2020, dengan sekitar 90% pasien memiliki kadar gula darah tidak terkontrol. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mendampingi manajemen diri pasien DMT2, khususnya perawatan kaki, melalui pemberdayaan kader. Sebanyak 20 kader kesehatan mengikuti edukasi ceramah dan video, pembagian modul, praktik pemeriksaan gula darah sewaktu, serta pendampingan kunjungan rumah pasien DMT2 pada Maret–November 2023. Pengetahuan kader dinilai menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan bermakna, kader berpengetahuan baik meningkat dari 25% (pre-test) menjadi 75% (post-test). Pemberdayaan kader terbukti menjadi strategi efektif untuk memperkuat manajemen diri DMT2 berbasis masyarakat dan dapat direplikasi di desa lain dengan beban kasus tinggi.
Unduhan
Referensi
Adu, M. D., Malabu, U. H., Malau-Aduli, A. E. O., & Malau-Aduli, B. S. (2019). Enablers and barriers to effective diabetes self-management: A multi-national investigation. PLOS ONE, 14(6), 1–22. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0217771
American Diabetes Association. (2020). Standards of medical care in diabetes—2020. Diabetes Care, 43(Supplement_1), S1–S212.
Christiany, I., Waluyo, K. O., & Mu'afiro, A. (2025). Pemberdayaan kader kesehatan masyarakat melakukan edukasi manajemen pola makan/diet (3J) dengan perubahan kadar gula darah pada klien diabetes melitus. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(5).
Fajrunni'mah, R., Lestari, D., & Purwanti, A. (2017). Faktor pendukung dan penghambat penderita diabetes melitus dalam melakukan pemeriksaan glukosa darah. Global Medical & Health Communication (GMHC), 5(3), 174–180. https://doi.org/10.29313/gmhc.v5i3.2181
Hardianto, D. (2021). Telaah komprehensif diabetes melitus: Klasifikasi, gejala, diagnosis, pencegahan, dan pengobatan. Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI), 7(2), 304–317. https://doi.org/10.29122/jbbi.v7i2.4209
International Diabetes Federation. (2024). IDF Diabetes Atlas (11th ed.). International Diabetes Federation.
Irnawan, S. M., & Rammang, S. (2021). Faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka kaki diabetes. Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia, 1(2), 39–47.
Kalsum, U., Nugraha, D. P., Jamiatun, & Nurul, F. (2023). Faktor risiko kejadian diabetic foot ulcer pada pasien diabetes melitus. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 15(2), 210–219.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman pengendalian diabetes melitus dan penyakit metabolik. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023: Prevalensi diabetes melitus di Indonesia. Kemenkes RI.
Luthfa, I., & Fadhilah, N. (2019). Self management menentukan kualitas hidup pasien diabetes mellitus. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 4(2), 397–405.
Mulyani, N. S. (2016). Hubungan self management pasien diabetes. Jurnal Kesehatan, 3(2), 56–63.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
Sari, P. M. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan kader kesehatan tentang manajemen diabetes mellitus tipe 2. Jurnal Aisyiyah Medika, 9(1), 192–199.
Sari, S. A., Fitri, N. L., Ludiana, L., Dewi, T. K., & Immawati, I. (2023). Edukasi untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang diabetes mellitus dan senam kaki diabetes. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 2(3), 135–138.
Surya, D. O., Sapardi, V. S., Iqbal, W., Desnita, R., & Prayoga, D. (2025). Pemberdayaan kader dan keluarga melalui implementasi model home care service untuk pasien diabetes melitus. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(6).
Wijayanti, S. (2024). Pemberdayaan kader dalam manajemen diabetes dengan pendampingan Diabetes Self-Management Education berbasis keluarga. Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi, 3(1), 60–66. https://doi.org/10.37905/ljpmt.v3i1.24413
World Health Organization. (2018). Global report on diabetes. WHO. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/204871/9789241565257_eng.pdf
Zainuddin, Abdullah, A. Z., & Jafar, N. (2023). The application of social cognitive theory (SCT) to the mHealth diabetes physical activity (PA) app to control blood sugar levels of type 2 diabetes mellitus (T2DM) patients in Takalar regency. Journal of Public Health Research, 12(2). https://doi.org/10.1177/22799036231172759





