Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Deteksi Dini Kanker Payudara di Desa Rempung

Penulis

  • Moh. Arip Penulis
  • Sitti Rusdianah Jafar Penulis
  • Theresia Avila Kurnia Penulis

Kata Kunci:

Pemberdayaan Kader Kesehatan, Kanker Payudara, Deteksi Dini, SADARI, Masyarakat Pedesaan

Abstrak

Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Data GLOBOCAN 2022 mencatat 408.661 kasus baru dengan 243.363 kematian, dengan kanker payudara dan serviks sebagai jenis tersering pada perempuan. Di Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, keterbatasan akses layanan kesehatan dan rendahnya pengetahuan masyarakat menyebabkan keterlambatan deteksi kanker. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan 30 kader kesehatan melalui pelatihan deteksi dini kanker payudara, khususnya pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), yang dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelatihan, serta pendampingan dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan, dari mayoritas kategori cukup-kurang sebelum intervensi menjadi 78% kategori baik setelah intervensi, serta peningkatan keterampilan dari 65% kader belum mampu menjadi 87% mampu melakukan SADARI dengan benar. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung efektif memperkuat kader kesehatan sebagai agen perubahan dalam program deteksi dini kanker di wilayah pedesaan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing. New York: Longman.

Astuti, N. W., Sari, K., & Febriyanti, K. (2021). Effectiveness of health cadres training on early detection of cervical cancer in rural areas. Journal of Community Empowerment for Health, 4(2), 112–120.

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Benner, P. (1984). From novice to expert: Excellence and power in clinical nursing practice. Menlo Park: Addison-Wesley.

Fithria, T., Adlim, M., & Syarif, S. (2023). The role of health cadres as educators in improving community health status: A systematic review. Indonesian Journal of Community Health Nursing, 8(1), 45–54.

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health promotion planning: An educational and ecological approach. New York: McGraw-Hill.

Hidayah Akil, S. N., Pratiwi, D., Mukti Widagda, T. M., Puteri, A. R., & Annisya, E. I. (2024). Peningkatan pengetahuan kanker payudara melalui program Education to Prevent Breast Cancer (C-TOPRAC). Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 177–189.

Hidayati, R. (2022). Pelatihan deteksi dini cancer (Ca) mammae dan pemeriksaan SADARI pada kader kesehatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(5), 523–529.

Icanervilia, A. V., Choridah, L., Van Asselt, A. D. I., Vervoort, J. P. M., Postma, M. J., Rengganis, A. A., & Kardinah, K. (2023). Early detection of breast cancer in Indonesia: Barriers identified in a qualitative study. Asian Pacific Journal of Cancer Prevention, 24(8), 2749–2755.

Kemenkes RI. (2020). Pedoman pemberdayaan masyarakat melalui kader kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2021). Panduan nasional pelayanan kedokteran: Tatalaksana kanker payudara. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Ningrum, D. N., Lestari, P., & Suryanto, S. (2021). Barriers to early cancer detection in remote and disadvantaged communities: A qualitative study. Journal of Epidemiology and Public Health, 6(3), 345–355.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Nutbeam, D. (2000). Health literacy as a public health goal. Health Promotion International, 15(3), 259–267.

Putra, A. G., Wijaya, M., & Fatmawati, D. (2022). Community-based approach for non-communicable disease prevention: Lessons from Lombok, Indonesia. Asia Pacific Journal of Health Management, 17(2), 87–94.

Sari, D. P., & Pratama, R. A. (2022). Training health cadres to increase IVA screening coverage: An intervention study. Journal of Midwifery and Reproductive Health, 10(1), 78–85.

WHO. (2021). WHO guide to cancer early diagnosis. Geneva: World Health Organization.

WHO. (2022). Indonesia source: Globocan 2022. International Agency for Research on Cancer. Retrieved from https://gco.iarc.fr/

ss

Unduhan

Diterbitkan

20-05-2026

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.