Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pencegahan Pernikahan Dini Melalui E-learning Edukasi Kesehatan Reproduksi
Kata Kunci:
Kader Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Pernikahan Dini, Pengetahuan Remaja, Pemberdayaan MasyarakatAbstrak
Fenomena pernikahan dini (“Merariq Kodeq”) masih menjadi tantangan serius di Nusa Tenggara Barat (NTB), yang mencatatkan angka pernikahan anak termasuk tujuh tertinggi di Indonesia. Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, masih menunjukkan tingginya insidensi pernikahan usia muda di tengah keterbatasan akses edukasi kesehatan reproduksi remaja. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan kader kesehatan desa sebagai edukator lapangan melalui pemanfaatan media book chapter Kesehatan Reproduksi dan Perencanaan Keluarga serta lembar balik, yang dilengkapi dengan evaluasi berkala melalui Focus Group Discussion (FGD). Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner terstruktur pada 30 responden. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 86,7% (26 responden) berhasil mencapai kriteria pengetahuan baik, sementara 13,3% (4 responden) masih berada dalam kategori kurang baik, utamanya pada indikator terkait baby blues, gejala anemia ringan, dan risiko berat badan lahir rendah (BBLR). Capaian tersebut telah memenuhi target peningkatan pengetahuan minimal 70%. Dengan demikian, penguatan kapasitas kader berbasis media cetak terstruktur terbukti efektif dan berkelanjutan sebagai intervensi pencegahan pernikahan dini di tingkat tapak.
Unduhan
Referensi
Badan Pusat Statistik. (2023). Angka kelahiran menurut kelompok umur ibu (Age Specific Fertility Rate/ASFR) menurut provinsi 1971–2020. Badan Pusat Statistik.
Citrawati, E. (2019). Pandangan MUI NTB terhadap aturan pendewasaan usia pernikahan di Nusa Tenggara Barat. QAWWAM, 12(2).
Dewi, K. T., Ratnawati, R., Paramitasari, N. M. S., Afindaningrum, R. S., & Purwaningtyas, M. (2026). Pelatihan kader remaja dalam kesehatan reproduksi melalui peer education. APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 1–6.
Haslan, M. M., Yuliatin, Y., Fauzan, A., & Tripayana, I. N. A. (2021). Penyuluhan tentang dampak perkawinan dini bagi remaja di SMA Negeri 2 Gerung Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 4(2).
Mujito, M. et al. (2024) Buku Ajar Promosi Kesehatan, Nuansa Fajar Cemerlang. Jakarta: Nuansa Fajar Cemerlang.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Purwana: and Ridawati; (2023) remaja dan pernikahan dini. 1st edn. Edited by mutiara rahmawati Suseno. jogjakarta: Bintang Semesta Media.
Purwana, E.R. et al. (2025) ‘Pengaruh Edukasi Pernikahan Dini Menggunakan eBook “Remaja dan Pernikahan Dini” di MA Malaka Lombok Utara Nusa Tenggara Barat Tahun 2025’, Bima Nursing Journal, 7(1), pp. 66–72.
Purwana, E. R., Sulaeman, R., Purnamawati, D., Tambunan, J. P., & Sumartini, N. P. (2025). Persepsi remaja pada pernikahan dini di Nipah Provinsi NTB. Bima Nursing Journal, 6(2), 102–109.
Rosamali, A., & Arisjulyanto, D. (2020). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang bahaya pernikahan dini di Lombok Barat. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 4(3).
Safrudin, M. B., Saputri, D., & Purdani, K. S. (2025). The effect of peer educator training on knowledge of the adolescent reproductive health triad among health cadres. An Idea Health Journal, 5(3), 248–255.
Salsabila, K. A., Wardani, D. W. S. R., Kusumaningtyas, I., & Saftarina, F. (2024). Pengaruh metode focus group discussion terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja. MEDULA (Medical Profession Journal of Lampung), 14(9), 1789–1794.
Susanti, S., Rosjidi, C. H., & Verawati, M. (2019). Pemberdayaan siswa sebagai peer educator kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat ADIMAS, 3(2), 43–50.
Warnis, G., & Jafar, S. (2023). Penguatan dan pelatihan kader posyandu remaja tentang kesehatan reproduksi, napza dan penyakit tidak menular (PTM) di Desa Babussalam Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 6(4), 1341–1347.
Wongkar, C., & Ilmiah, W. S. (2025). Hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil tentang bahaya kehamilan di UPTD Puskesmas Ongkaw. Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika), 11(2), 195–201.





